CME serukan pendekatan berbasis sains untuk harm reduction

RABU, 18 Januari 2023: Center for Market Education (CME) telah merilis Paparan Kebijakan yang ketiga, yang bertajuk: Toward a Science-based Strategy to Harm Reduction: A Theoretical Introduction, yang ditulis oleh Dr Carmelo Ferlito, CEO dari CME.

“Di Malaysia, gagasan kebijakan Generational End Game telah menggiring diskusi pengurangan marabahaya (harm reduction) ke dalam ranah ideologis. Karenanya, kami merasa perlu untuk menerbitkan paparan untuk mengimbangi perdebatan yang terjadi dimana sains, bukannya ideologi, yang menjadi tolok ukur. Kesehatan terlampau penting untuk menjadi ajang pertarungan ideologis,” komentar Dr Ferlito.

Paparan ini menunjukkan cara yang tepat untuk menangani konsumsi kesenangan (pleasure consumption) bertolak dari nalar ekonomi dan analisa trade-off yang tepat, alih-alih visi ideologis pembuat kebijakan yang menggantikan kehendak bebas individu. Mengikut analisa Ronald Coase, di tengah adanya eksternalitas kita hendaknya tidak membandingkan keluaran pasar (market outcome) aktual dengan kondisi ideal yang timbul dari niat baik penguasa.  Sebaliknya, “Pendekatan yang lebih baik nampaknya adalah dengan memulai analisa dari situasi yang mirip dengan situasi aktual, untuk menguji dampak dari usulan usual perubahan kebijakan dan berusaha memutuskan apakah kondisi baru tersebut lebih baik atau buruk dari kondisi sebelumnya. Dengan cara ini, segala macam saran untuk kebijakan akan memiliki relevansi dengan kondisi aktual”. Pada saat yang bersamaan,  harus disadari pula bahwa upaya untuk melindungi B dari eksternalitas yang diakibatkan oleh A akan berakibat pada bahaya tak terduga yang menimpa A dalam bentuk berkurangnya tingkatan konsumsi kesenangannya.

Pendekatan yang digunakan dalam paparan ini bertolak dari gagasan bahwa setiap tindakan manusia – termasuk pembuatan kebijakan – dibatasi oleh keterbatasan pengetahuan sehingga mustahil bagi sebuah tindakan dapat serta-merta mencapai tujuan yang diinginkan. Kompleksitas tindakan individu dan interaksi antar individu yang terjadi setiap saat harusnya mendorong pembuatan kebijakan kearah kerendahhatian (humility) dan kesadaran akan keterbatasan pengetahuan individu alih-alih kearah pretensi, merasa paling tahu dan benar.

Selanjutnya, dalam analisa kami menunjukkan bahwa pendekatan tradisional terhadap eksternalitas dan konsumsi kesenangan, yang bertolak dari pelarangan dan perpajakan, sesungguhnya tidak menghentikan konsumsi “barang tercela” (sinful products). Perpajakan misalnya, 1) menyalahi prinsip ekuitas horizontal dan vertikal, dan 2) bersifat regresif. Baik perpajakan maupun pelarangan menggeser konsumsi kearah produk-produk yang berkualitas lebih rendah dan illegal/berasal dari pasar gelap, dimana kedua hal ini menyebabkan pengangguran dan berkurangnya penerimaan negara.

Karenanya, pendekatan yang tepat untuk harm reduction, sembari menghormati kebebasan memilih individu, adalah hendaknya dengan upaya untuk menyuburkan iklim yang ramah terhadap inovasi, sebagai cara untuk mendorong kemunculan barang-barang yang tidak mengurangi kesenangan untuk mengonsumsi, namun dengan cara yang berangsur-angsur menghilangkan bahaya yang timbul.

Lingkungan seperti diatas hanya dapat dibangun diatas fondasi institusional yang tepat. Dalam hal ini, paparan ini menganalisa kondisi Malaysia dalam kaitannya dengan Indeks Internasional Hak Milik (International Property Rights Index) yang dirilis oleh Property Rights Alliance di Washington DC, Amerika Serikat. Agar inovasi sebagai alat strategis harm reduction tumbuh subur, Malaysia perlu berbenah dalam hal stabilitas politik, kendali atas korupsi, proses pendaftaran hak milik, perlindungan hak paten, dan perlindungan hak cipta.

Untuk media: 

  1. Center for Market Education:

Mengenai CME: Center for Market Education (CME) adalah kelompok kajian khusus (think tank) yang berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sebagai sebuah institusi akademis dan pendidikan, CME memiliki cita-cita menyebarkan pendekatan yang majemuk sekaligus multidisipliner dalam ekonomi untuk menyebarkan pemahaman akan pentingnya peran pasar.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, selain inisiatif akademis, CME juga mengadakan seminar, webinar, dan kelas edukasi ekonomi yang menitikberatkan peran pasar. Audiens CME adalah mahasiswa, jurnalis, pebisnis, profesional, serta masyarakat umum yang ingin lebih memahami peran ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.

Ekonomi memainkan peran penting dalam keseharian kita, dan karenanya perlu disampaikan dengan cara yang menarik dan relevan. Terkait dengan hal ini, CME tidak hanya berfokus kepada teori, namun juga terhadap pengambilan kebijakan, dengan penekanan kepada konsekuensi turunan (unintended consequences) yang muncul sebagai dampak tak terhindarkan dari sebuah kebijakan politik.

Silahkan kunjungi https://marketedu.me/.